Tokek…tokek….mendengar namanya saja sudah membuatku geleng-geleng kepala karena kegelian. Bayangkan saja bentuknya yang hitam, unik, ada yang belang-belang, udah gitu gede pula. Huh…sama sekali nggak ada perfect-perfectnya. Betul nggak?. Tapi siapa sangka….makhluk nggak perfect ini malah mengisi hari malam mingguku.

Pada sore hari sabtu yang cerah atau nggak mendung. Ibu mmengajakku ke rumah budhe di Wisma Lidah Kulon naik sepeda motor suprafit( nggakpenting!). Sebenarmya sih nggakada acara apa-apa.Ya itung-itung mampir buat silaturahmi plus menyandang predikat keluar pada malam minggu. Sesampainya disana, yang aku lakukan hanya membaca novel yang aku pinjam dari kakak sepupuku. Aku membaca di ruang tamu. Ketika asyik membaca, tiba-tiba ada sesuatu yang menarik perhatianku. Oh …tidak…!! Ada tokek…Seekor tokek yang menggelikan melewati tembokdi hadapanku. Jelas aku kaget . Seperti yang sudah kubilang, bentuknya sama sekali nggak ada perfect-perfectnya dan juga nggakada seksi-seksinya.

Aku memberitahunya ke kakaksepupuku. Aku berpikir pastidia akan kaget karena dirumahnya ada tokek. Nyatanya dia malah bilang”Oh itu biasa…disinimemang banyak tokek. Di dapur juga ada. Kalautokeknya nggak ngganggu ya biarin aja….”

Hah?. Sulit dipercaya.Mungkinkalau si tokek ada dirumahku, sudah disuruh minggat jauh-jauh. Tokek..tokek..pergilah…datang lagi lain hari. Eh,jangan datang, jangan pernah datang lagi ke rumahku..!!!!

Anehnya lagi waktu ibu bilang kalau tokek itu membawa rejeki. Masa sih…? Jadi membayangkan,kira-kira di Rumah pak SBY banyak tokek nggak ya? Jadi pabrik tokek dong…?. Tapi tokek juga ada gunanya kok. Waktu nonton acara jelang siang di trans tv, ada liputan berita tentang tokek yang dijadikan obat. Kira-kira siapa ya yang mau makan tokek? Nggak jijik apa?

Nasib si tokek memang memprihatinkan. Udah dibunuh,dikeringkan,dikulitin pula. Turut berduka cita ya kek. Semoga masuk surga karena sudah jadi obat .

Mungkin karena akumengejeknya bodoh, menjijikan dan bla bla bla , si tokek nggak terima. Beberapa hari setelah pulang dari rumah budhe, tidurkujadi nggak tenang karena si tokek mampir tanpa diundang. Ceritanya, akus akit dan disarankan makan tokek karena bisa menyembuhkan. Apa? tidak…! aku tidak tidak dan tidak akan pernah mau makan tokek…..!!!!!! Tokek..maafkan aku sudah mengejekmu. Jangan pernah menggangguku lagi ya….Damai…!